Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mencegah Serangan Ransomware

Cara Mencegah Serangan Ransomware

Berikut panduan cara mencegah serangan Ransomware. Untuk menghindari serangan ransomware, Agan harus dapat mengenalinya dan mempelajari bagaimana hal itu terjadi.

Ransomware adalah jenis kejahatan dunia maya yang menyimpan data untuk tebusan. Penjahat dunia maya menggunakan malware untuk mengunci akses ke informasi di jaringan komputer, perangkat seluler, dan server, memaksa korban membayar untuk data mereka yang disandera.

Metode paling umum untuk meluncurkan serangan ransomware adalah dengan email phishing atau spear-phishing yang mendorong penerima untuk mengklik tautan, mengunduh lampiran, atau mengunjungi situs web yang terinfeksi malware.

Tidak ada yang aman dari serangan ransomware. Penjahat dunia maya menargetkan perusahaan dan individu. Namun, mereka fokus terutama pada organisasi yang sangat bergantung pada data mereka dalam operasi sehari-hari mereka, seperti rumah sakit, lembaga pendidikan, pemerintah, dan departemen kepolisian.

Apa Yang Menjadi Target Potensial Serangan Ransomware?

Ada sejumlah faktor yang mungkin membuat Agan menjadi target serangan ransomware.

  • Perangkat yang digunakan tidak lagi canggih
  • Perangkat memiliki perangkat lunak yang kedaluwarsa
  • Browser dan/atau operating systems tidak lagi diupdate
  • Tidak ada rencana cadangan yang tepat
  • Perhatian yang tidak memadai telah diberikan pada keamanan siber, dan rencana konkret tidak ada

Jika satu atau lebih dari poin ini berlaku di perangkat Agan, Agan berisiko menjadi korban serangan ransomware.

Bagaimana Ransomware Terjadi?

Ransomware biasanya terjadi ketika seseorang atau perusahaan secara tidak sengaja mengklik tautan atau lampiran yang menghasilkan metode serangan ransomware berikut:

Downloader: menyusup ke komputer dan kemudian mengunduh malware tambahan untuk menyerang komputer atau perangkat.

Malvertisement: iklan kriminal palsu ditampilkan di situs web. Saat diklik, korban akan dikirim ke situs web yang menghosting kit exploit yang menggunakan kelemahan komputer atau jaringan sebagai titik masuk.

Phishing atau Spear Phishing: email menggunakan taktik rekayasa sosial untuk mengelabui korban agar mengunduh dan membuka lampiran yang terinfeksi.

Baca juga: Perbedaan Spam dan Phishing

Self-Propagation: ransomware yang menyebar di jaringan komputer, menginfeksi komputer, server, atau perangkat apa pun di jaringan.

Cara Mencegah dan Menghindari Serangan Ransomware

Jangan pernah mengeklik tautan tidak aman: Hindari mengeklik tautan dalam pesan spam atau situs web yang tidak dikenal. Jika Agan mengklik tautan berbahaya, unduhan otomatis dapat dimulai, yang dapat menyebabkan komputer Agan terinfeksi.

Hindari mengungkapkan informasi pribadi: Jika Agan menerima panggilan, pesan teks, atau email dari sumber tidak tepercaya yang meminta informasi pribadi, jangan balas.

Penjahat dunia maya yang merencanakan serangan ransomware mungkin mencoba mengumpulkan informasi pribadi terlebih dahulu, yang kemudian digunakan untuk menyesuaikan pesan phishing khusus untuk Agan. Jika ada keraguan apakah pesan itu sah, hubungi pengirim secara langsung.

Jangan buka lampiran email yang mencurigakan: Ransomware juga dapat menemukan jalannya ke perangkat Agan melalui lampiran email. Hindari membuka lampiran yang tampak meragukan.

Untuk memastikan email tersebut dapat dipercaya, perhatikan baik-baik pengirimnya dan periksa apakah alamatnya sudah benar.

Jangan pernah membuka lampiran yang meminta Agan menjalankan makro untuk melihatnya. Jika lampiran terinfeksi, membukanya akan menjalankan makro berbahaya yang memberikan kontrol malware pada komputer Agan.

Jangan pernah menggunakan stik USB yang tidak dikenal: Jangan pernah menghubungkan stik USB atau media penyimpanan lain ke komputer Agan jika Agan tidak tahu dari mana asalnya.

Penjahat dunia maya mungkin telah menginfeksi media penyimpanan dan meletakkannya di tempat umum untuk membujuk seseorang agar menggunakannya.

Selalu update program dan sistem operasi Agan: Mengupdate program dan sistem operasi secara teratur membantu melindungi Agan dari malware. Saat melakukan pembaruan, pastikan Agan memanfaatkan patch keamanan terbaru. Ini mempersulit penjahat dunia maya untuk mengeksploitasi kerentanan dalam program Agan.

Gunakan hanya sumber unduhan yang diketahui: Untuk meminimalkan risiko mengunduh ransomware, jangan pernah mengunduh perangkat lunak atau file media dari situs yang tidak dikenal. Gunakan situs yang terverifikasi dan tepercaya untuk mengunduh.

Situs web semacam ini dapat dikenali dengan segel kepercayaan. Pastikan bilah alamat browser halaman yang Agan kunjungi menggunakan "https" dan bukan "http". Simbol perisai atau kunci di bilah alamat juga dapat menunjukkan bahwa halaman tersebut aman.

Juga berhati-hatilah saat mengunduh apa pun ke perangkat seluler Agan. Gunakan selalu Google Play Store atau Apple App Store, tergantung pada perangkat Agan untuk mendownload aplikasi.

Menggunakan layanan VPN di jaringan Wi-Fi publik: Penggunaan jaringan Wi-Fi publik secara hati-hati adalah tindakan perlindungan yang masuk akal terhadap ransomware. Saat menggunakan jaringan Wi-Fi publik, perangkat Agan lebih rentan terhadap serangan.

Agar tetap terlindungi, hindari menggunakan Wi-Fi publik untuk transaksi sensitif atau gunakan layanan VPN yang aman.

Itulah panduan cara mencegah serangan Ransomware. Saya harap artikel ini bermanfaat untuk Agan! Terima kasih atas kunjungannya.

Yuk kepoin tips dan trik brankaspedia lainnya di Google News