Perbedaan Disiplin dan Hukuman

perbedaan disiplin dan hukuman

Membuat kesalahan dan belajar darinya, itulah inti dari masa kanak-kanak. Orang tua mencoba berbagai metode untuk memperbaiki perilaku anak mereka, seperti disiplin dan hukuman.

Disiplin memiliki dampak yang sangat positif pada anak yang tidak hanya mengajar atau mendorong tetapi juga membantu mereka mengetahui tentang standar kode perilaku yang diharapkan dari mereka.

Sedangkan hukuman digunakan untuk mengurangi terulangnya perilaku buruk tersebut dengan menghukum anak atas perilaku yang tidak diinginkan. Tujuannya adalah untuk menghentikan anak melakukan tindakan apa pun yang seharusnya tidak dia lakukan dan untuk ini beberapa teknik yang menyakitkan atau tidak menyenangkan digunakan untuk menghentikannya.

Dalam kesempatan ini, mari kita pelajari perbedaan disiplin dan hukuman, tapi sebelum itu mari kita ketahui dulu pengertian dari disiplin dan hukuman.

Pengertian Disiplin


Disiplin dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang membantu anak atau remaja memahami dengan cara apa dia harus bertindak atau berperilaku di dunia dan belajar pengendalian diri. Ketika seseorang disiplin, dia mengikuti instruksi dan mematuhi aturan masyarakat. Ini semua tentang membuat anak Agan mempelajari apa yang disebut perilaku yang dapat diterima dan apa yang tidak.

Ini dipahami sebagai keadaan perilaku sistematis seseorang yang diperoleh atau dipelajari dengan pelatihan yang tepat dalam pengendalian diri dan sesuai dengan norma dan standar yang disetujui masyarakat.

Disiplin adalah salah satu jenis pelatihan yang mengoreksi, membentuk, memperkuat atau memurnikan tingkah laku atau sikap anak.

Disiplin yang efektif melibatkan membimbing perilaku anak, menetapkan batasan, prinsip pengajaran, mendefinisikan aturan yang adil dan masuk akal dan menyatakan ekspektasi untuk mengembangkan kebiasaan, sikap, kode etik, dll, di dalamnya yang diterima secara luas. Untuk tujuan ini, penghargaan dan hukuman digunakan untuk meningkatkan terjadinya perilaku yang diinginkan dan mengurangi terjadinya perilaku yang tidak diinginkan.

Pengertian Hukuman

perbedaan disiplin dan hukuman-2

Hukuman mengacu pada bentuk pengkondisian operan yang melibatkan penderitaan akibat tertentu yang tidak menyenangkan pada seseorang karena kesalahannya. Ini pada dasarnya adalah pembalasan atas tindakan atau perilaku yang tidak diinginkan yang sama sekali tidak dapat diterima. Ini mengikuti respon operan dan berusaha untuk mengurangi kemungkinan kemunculannya di masa depan. Itu didasarkan pada rasa takut dan penderitaan untuk membuat anak mematuhi aturan dan belajar pelajaran.

Ini terdiri dari hukuman dan larangan, yang membuat anak takut akan konsekuensinya. Pikiran di balik penderitaan hukuman adalah bahwa:

  • Hukuman untuk mengubah perilaku: Jika seorang anak merasa buruk atas tindakannya, maka mereka akan menghentikan aktivitas tersebut di masa depan atau mereka akan terpicu untuk mereformasi perilaku mereka di masa depan.
  • Hukuman retributif: Hukuman atau rasa sakit ditimbulkan oleh otoritas sebagai konsekuensinya.
  • Hukuman restoratif: Mengubah perilaku anak sambil memulihkan kerusakan yang disebabkan oleh perilaku atau tindakan tersebut.
Namun, ada sejumlah penelitian yang membuktikan bahwa hukuman bukanlah teknik yang tepat untuk mendorong perilaku positif.

Jenis Hukuman

  1. Hukuman Positif (Hukuman dengan Penerapan): Ini adalah jenis hukuman di mana stimulus permusuhan diberikan untuk kesalahan.
  2. Hukuman Negatif (Hukuman oleh Penghapusan): Dalam bentuk hukuman ini, stimulus yang diinginkan atau kesenangan diambil setelah terjadinya kesalahan.

Perbedaan Antara Disiplin dan Hukuman

  1. Disiplin menyiratkan untuk menginstruksikan atau membimbing seorang murid, untuk mematuhi dan mengejar kode etik tertentu dalam upaya untuk mencegah masalah perilaku di masa depan. Sebaliknya, Hukuman adalah pengenaan rasa sakit atau penderitaan sebagai pencegah, sehingga membuat remaja merasa malu atas perilaku atau tindakannya.
  2. Sementara disiplin memberikan pilihan, hukuman menuntut kepatuhan pada aturan di pihak anak.
  3. Disiplin bertujuan agar anak belajar dari kesalahannya agar dapat mengembangkan perilaku yang baik di kemudian hari. Sebaliknya, dalam hukuman, tujuan dasarnya adalah membuat anak membayar kesalahannya.
  4. Disiplin digunakan untuk mengajarkan anak untuk mematuhi aturan atau memoles perilakunya. Sebaliknya, hukuman dimaksudkan untuk memperbaiki tingkah laku anak untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pelanggaran baik dengan menambahkan rangsangan yang tidak menyenangkan atau menghilangkan rangsangan yang menyenangkan.
  5. Disiplin adalah tentang mempelajari perilaku baru yang diterima secara luas, sedangkan hukuman adalah tentang takut akan konsekuensi dari tindakan yang salah.
  6. Disiplin adalah metode positif dalam mengajar atau mengoreksi perilaku, tetapi hukuman dianggap sebagai metode negatif.
  7. Disiplin berfokus pada 'Apa yang perlu dilakukan seorang anak untuk memperbaiki perilaku?' Sebaliknya, Hukuman berkaitan dengan 'Apa yang salah dengan anak itu?'
  8. Seiring waktu, disiplin menyebabkan anak mengintegrasikan aturan dan menganggap diri mereka bertanggung jawab atas perilaku mereka. Sebaliknya, hukuman menyebabkan anak membutuhkan kontrol eksternal untuk berperilaku dengan cara yang benar dalam jangka panjang.
  9. Disiplin cenderung meningkatkan harga diri anak, sedangkan Hukuman seringkali menurunkan harga diri anak.
  10. Disiplin mendorong perilaku yang baik melalui komunikasi terbuka antara anak dan orang tua dan mengembangkan ikatan yang erat di antara mereka. Sebaliknya, Hukuman mengembangkan perilaku balas dendam dan memberontak pada anak dan juga melemahkan hubungan mereka.

Contoh Kasus

Budi (12 tahun) melihat laptop baru di rumah temannya. Saat ia kagum, ia mulai menggunakannya tanpa izin temannya dan saat membawanya ke tempat tidur, ia jatuh ke lantai secara tidak sengaja, sehingga layarnya rusak. Jadi, dia kabur saat temannya tidak ada, tapi ibu temannya melihatnya.

Sekarang, dalam kasus Disiplin:

Orang tua temannya dapat berbicara dengan Budi tentang kejadian tersebut, di hadapan orang tuanya dan mengajarinya bahwa menggunakan barang milik orang lain tanpa izin adalah salah. Dan juga membimbingnya bahwa ia harus menjaga barang-barang pribadi milik orang lain jika ia telah meminjamnya untuk digunakan.

Selain itu, orang tua temannya dapat meminta Budi untuk membayar kerusakan yang disebabkan oleh laptopnya, bersama dengan permintaan maaf tertulis kepada temannya.

Tapi dalam kasus Hukuman:

Orang tua temannya dapat memberi tahu anaknya untuk membawa laptop atau barang favorit Budi, dan membuatnya rusak agar dia mengerti bagaimana rasanya.

Selain itu, setelah mengetahui kejadian tersebut, orang tua Budi dapat memberi tahu dia, bahwa mereka tidak akan mengizinkan dia mengunjungi rumah temannya selama satu tahun ke depan sehingga dia akan belajar untuk tidak mengulangi hal yang sama lagi.

Kesimpulan: Setiap orang ingin anak mereka mempelajari perilaku yang baik dan benar, yang membantu mereka menjadi warga masyarakat yang sukses dan bertanggung jawab. Disiplin bertumpu pada kode-kode perilaku yang diterima baik secara sosial maupun moral, namun hukuman bergantung pada pembalasan, baik fisik maupun mental.

Ingin mendapatkan kiriman artikel terbaru dari Brankaspedia gratis langsung ke email Anda? Masukkan alamat email anda pada kotak yang tersedia dibawah ini:

*Jangan lupa lakukan konfirmasi melalui link aktivasi yang kami kirim ke email anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel