Perbedaan PPN dan Pajak Penjualan

Perbedaan PPN dan Pajak Penjualan

Dalam artikel ini kita akan membahas perbedaan PPN dan pajak penjualan. PPN dan pajak penjualan adalah dua bentuk pajak konsumsi yang berbeda. Keduanya memiliki perbedaan dalam metode di mana keduanya dikenakan pada konsumen.

Pajak pertambahan nilai, atau PPN, adalah model perpajakan yang banyak digunakan di seluruh dunia di semua pasar maju dan berkembang kecuali Amerika Serikat. Pajak penjualan digunakan di Amerika Serikat saja dan diterapkan oleh pemerintah daerah dan negara bagian pada berbagai kategori barang eceran. Perbedaan dalam kedua sistem ini jelas meskipun mereka tumpang tindih dalam beberapa kasus.

Pajak Pertambahan Nilai adalah bentuk pajak tidak langsung yang dikenakan pada berbagai tahap produksi barang dan jasa. PPN dikenakan pada barang impor juga dan tarif yang sama dipertahankan seperti produk lokal. Sebagian besar negara-negara Eropa dan non-Eropa telah mengadopsi sistem perpajakan ini. Sifat perpajakan yang transparan dan netral telah mendorong PPN muncul sebagai salah satu penghasil pendapatan yang kuat di negara-negara ini.


Apa PPN itu?

PPN adalah singkatan dari Pajak Pertambahan Nilai. Ini adalah bentuk pajak tidak langsung yang dikenakan pada produk atau layanan pada berbagai tahap pembuatan. Pajak dibayarkan kepada pemerintah secara langsung oleh produsen, dan biaya dibebankan kepada konsumen. Ini juga merupakan jenis pajak tidak langsung karena wajib pajak adalah konsumen sedangkan wajib pajak adalah penjual barang. Nilai tambah untuk setiap produk dapat dihitung sebagai harga penjualan dikurangi biaya persediaan dan barang kena pajak lainnya. Pajak pertambahan nilai dikenakan untuk barang-barang impor dan produk asli.

Sistem PPN secara efektif mencakup isu-isu mengenai menurun dan pajak masukan kredit yang menyebabkan peningkatan harga di tingkat konsumen. Menghindari pembayaran pajak pada sistem PPN ini adalah kemungkinan yang paling kecil dalam sistem ini karena pajak dikenakan pada setiap tingkat produksi barang. Sistem pembayaran pajak ini melibatkan transparansi yang sangat dibutuhkan dan mudah dipahami.

PPN adalah bentuk pajak konsumsi. Salah satu kelemahan sistem ini adalah ia membutuhkan penanganan akun yang komprehensif. Jenis struktur pajak ini sedang digunakan di seluruh dunia tetapi masih belum digunakan di Amerika Serikat. Sistem pajak tidak langsung PPN dapat menimbulkan beberapa batasan sehubungan dengan negara-negara berkembang.

Apa Pajak penjualan itu?

Pajak penjualan dikenakan pada saat pembelian produk atau layanan. Pajak mudah dihitung, dan konsumen tahu betul berapa banyak ia akan membayar pajak. Jumlah pajak penjualan dapat dihitung sebagai persentase dari harga kena pajak penjualan. Pajak dikumpulkan dari konsumen oleh penjual pada saat pembelian. Penjual pada tahap selanjutnya mentransfer pajak ke agen pemerintah yang bertanggung jawab. Pajak penjualan mudah dihitung karena dibebankan pada jumlah akhir.

Pajak penjualan memiliki aturan ketat untuk diikuti. Idealnya, pajak-pajak ini akan sulit dihindari, memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi, dan mudah dipungut. Tetapi situasinya sebenarnya berbeda. Pajak penjualan memiliki tingkat penghindaran yang sangat tinggi. Pajak penjualan juga merupakan bentuk pajak konsumsi.

Perbedaan PPN dan Pajak Penjualan

Berikut ini adalah perbedaan utama antara Pajak Penjualan Pusat dan PPN:
  1. PPN dikenakan pada produsen dan konsumen sementara pajak penjualan hanya dikenakan pada konsumen akhir.
  2. PPN melibatkan akuntansi yang rumit sementara pajak penjualan melibatkan akuntansi yang lebih sederhana.
  3. PPN diterapkan pada berbagai tahap produksi sementara pajak penjualan diterapkan pada nilai total pembelian.
  4. PPN secara efisien menghindari penggelapan pajak sementara pajak penjualan tidak dapat menangani hal ini.
  5. Dalam PPN, kemungkinan penggelapan pajak sangat sedikit dibandingkan dengan Pajak Penjualan di mana penghindaran pajak dapat dilakukan dengan mudah.

PPN adalah salah satu instrumen terbaru dari ekonomi global dan diterima secara luas dan diimplementasikan di sebagian besar negara. Namun, PPN menimbulkan kendala di negara-negara berkembang. Dominasi pendapatan per kapita yang rendah di negara-negara berkembang menimbulkan kesulitan bagi pemerintah untuk mendapatkan pendapatan melalui pajak penghasilan. Dibandingkan dengan PPN, pajak penjualan merupakan penghasil pendapatan utama bagi pemerintah daerah di negara-negara tersebut.

Ingin mendapatkan kiriman artikel terbaru dari Brankaspedia gratis langsung ke email Anda? Masukkan alamat email anda pada kotak yang tersedia dibawah ini:

*Jangan lupa lakukan konfirmasi melalui link aktivasi yang kami kirim ke email anda

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel